Financial Conduct AuthorityInggris tengah menyiapkan kerangka regulasi untuk emas yang ditokenisasi atau tokenized gold, menurut laporan Financial Times.
Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan posisi London sebagai salah satu pusat perdagangan emas terbesar dunia di tengah meningkatnya persaingan dari China.
Kerangka tersebut akan mengatur bagaimana kepemilikan emas dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital dan diperdagangkan menggunakan infrastruktur berbasis blockchain.
Regulasi diharapkan memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi investor yang menggunakan produk emas digital.
Langkah FCA muncul ketika China semakin agresif memperkuat ekosistem perdagangan emasnya.
Beijing tengah mendorong Hong Kong menjadi pusat perdagangan bullion internasional, termasuk dengan memperkuat infrastruktur dan ketersediaan emas fisik di wilayah tersebut.
Persaingan ini penting bagi London karena kota tersebut selama puluhan tahun menjadi pusat utama perdagangan emas global.
Munculnya teknologi tokenisasi berpotensi mengubah cara emas diperdagangkan, disimpan, dan diselesaikan secara internasional.
Baca juga : Deposit RWA Melonjak 3 Kali Lipat Tembus $7,4 Miliar di Tengah Melesunya DeFi