Survei terbaru dari Deutsche Bank menunjukkan adopsi kripto di Amerika Serikat kembali pulih ke angka 12% pada Maret, naik signifikan dari titik terendah 7% di bulan Februari.
Pemulihan ini membawa tingkat adopsi kembali ke level Juli 2025, yang didorong oleh arus masuk modal institusional ke Bitcoin ETF sebesar $1,3 miliar.
Meski demikian, sentimen market masih tetap waspada setelah kuartal pertama 2026 yang diwarnai guncangan makro dan geopolitik yang sempat menekan harga Bitcoin hingga turun 22%.
Meskipun adopsi meningkat, mayoritas investor ritel di AS, Inggris, dan Uni Eropa tetap lebih memilih emas dan indeks S&P 500 sebagai instrumen investasi jangka panjangDi Amerika Serikat, persaingan pilihan aset terlihat cukup ketat dengan S&P 500 memimpin di angka 29%, disusul emas 26%, dan Bitcoin di posisi 24%.
Bitcoin tetap mendominasi ruang aset digital dengan tingkat kepemilikan mencapai 70%, jauh mengungguli Ethereum dan stablecoin seperti Tethermaupun USDC.
Menariknya, survei ini mengungkap pandangan pesimistis terhadap harga Bitcoin di masa depan. Mayoritas responden memprediksi harga Bitcoin pada akhir 2026 akan lebih rendah dari level saat ini di kisaran $75.000.
Hanya 3% responden di AS yang percaya Bitcoin akan mampu kembali ke rekor tertinggidi level $120.000.
Hal ini mengindikasikan bahwa meski adopsi meluas secara angka, kepercayaan ritel terhadap lonjakan harga yang eksponensial masih sangat terbatas.
Baca juga : Bursa Saham Deutsche Börse Investasi $200 Juta ke Bursa Kripto Kraken