Ronin, blockchain yang berfokus pada gaming, mengumumkan pada Senin, bahwa mereka akan menghentikan operasional sidechain mandirinya untuk bertransisi menjadi Ethereum Layer-2.
Langkah ini dilakukan melalui mekanisme hard fork yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
Transisi ini merupakan upaya besar untuk memulihkan kepercayaan pengguna dan keamanan jaringan pasca insiden peretasan bridge senilai $625 juta pada 2022 yang sempat membuat aktivitas on-chain menurun drastis.
Selain faktor keamanan, penurunan jumlah pengguna aktif Ronin belakangan ini dipicu oleh tingginya inflasi token yang sebelumnya mencapai 20%, sehingga menekan nilai aset para pemain.
Untuk mengatasinya, dalam pengumuman tersebut Ronin memastikan akan memangkas inflasi token RON hingga di bawah 1%.
Ronin juga beralih ke model Proof of Distribution yang memberikan imbalan berdasarkan kontribusi nyata dalam ekosistem game, bukan sekadar staking pasif yang selama ini dianggap kurang efektif menarik pemain baru.
Selama proses migrasi yang berlangsung sekitar 10 jam, seluruh transaksi dan aktivitas game on-chain akan dihentikan sementara. Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, Ronin juga menaikkan biaya marketplace fee menjadi 1,25%.
Meski sempat sepi akibat sentimen negatif keamanan masa lalu, harga token RON telah melonjak 30% dalam sebulan terakhir, menunjukkan optimisme market terhadap kembalinya likuiditas setelah Ronin terintegrasi penuh ke dalam ekosistem Ethereum.
Baca juga : Politisi Inggris Nigel Farage Borong Bitcoin Senilai Rp40 Miliar