Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait sebagai Balasan atas Insiden Qeshm

Korps Garda Revolusi Iran secara resmi mengklaim tanggung jawab atas serangan rudal yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada RabuSerangan ini dilakukan sebagai aksi balasan atas dugaan tindakan agresi pasukan militer AS di Pulau Qeshm yang dianggap melanggar kedaulatan Iran.

Ledakan dilaporkan terdengar di sekitar lokasi, namun detail mengenai tingkat kerusakan maupun adanya korban jiwa masih belum dapat dipastikan hingga saat ini.

Target serangan tersebut mencakup dua instalasi krusial bagi militer AS, yakni Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Camp Arifjan berfungsi sebagai pusat logistik dan komando utama pasukan AS di Timur Tengah, sementara Ali Al Salem menjadi pangkalan pendukung untuk misi tempur serta pengintaian udara.

Hingga kini, belum diketahui apakah ledakan yang terjadi disebabkan oleh dampak langsung rudal atau upaya intersepsi dari sistem pertahanan udara setempat.

Dalam pernyataan resminya, IRGC memberikan peringatan keras kepada pemerintah Amerika Serikat serta negara-negara kawasan yang memfasilitasi penggunaan wilayah mereka untuk aksi militer.

Iran menegaskan bahwa setiap agresi baru yang melanggar batas wilayah kedaulatan mereka akan dibalas dengan respons yang lebih destruktif.

Situasi di kawasan tersebut saat ini masih dalam kondisi waspada tinggi menyusul ancaman eskalasi lebih lanjut.

Baca juga : Vitalik Buterin Usulkan Model DeFi Baru Berbasis Opsi, Hapus Risiko Likuidasi