Militer Israel diketahui telah melancarkan serangan udara yang menargetkan posisi Hizbullah di Beirut, Lebanon, pada MingguOperasi militer yang dieksekusi atas perintah langsung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini segera memicu kekhawatiran potensi meluasnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Serangan di ibu kota Lebanon tersebut memicu reaksi keras dari Iran karena dinilai telah melewati batas toleransi.
Jauh sebelum insiden ini terjadi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memberikan peringatan tegas bahwa gempuran terhadap wilayah Beirut akan membawa konsekuensi dimulainya kembali perang berskala penuh.
Merespons eskalasi tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf merilis pernyataan yang mengecam Washington dan Tel Aviv.
“Amerika Serikat dan Israel tidak berkomitmen pada gencatan senjata maupun percaya pada dialog,” tegas Ghalibaf.
Ia mendeklarasikan bahwa kombinasi serangan di Beirut dan blokade AS di Selat Hormuz kini mengubah pangkalan serta aset Amerika dan Israel di kawasan tersebut menjadi target operasi yang sah bagi militer Iran.
Eskalasi terbaru ini kembali membawa harga minyak dunia naik ke area $90 per barel.
Sementara itu, pergerakan Bitcoin masih tertahan di area $62.000, berjuang untuk pulih setelah pekan lalu anjlok cukup dalam akibat kombinasi berbagai sentimen industri dan makroekonomi.
Baca juga : Alotnya Negosiasi AS-Iran Bikin Bursa Asia Dibuka Melemah