Inflasi PCE AS Naik ke 4,1%, Harga Bitcoin Kembali Crash ke $59.000

Tekanan makroekonomi kembali mengguncang market kripto setelah data inflasi Personal Consumption ExpendituresAmerika Serikat untuk bulan Mei resmi dirilis pada Kamismalam.

Indikator inflasi yang paling menjadi acuan bank sentral Federal Reservetersebut melonjak ke angka 4,1% secara tahunanAngka ini mencetak rekor tertinggi sejak April 2023 sekaligus menegaskan bahwa laju inflasi AS saat ini berjalan dua kali lipat lebih tinggi dari target mutlak The Fed yang berada di level 2,0%.

Di saat yang sama, inflasi PCE Intiyang mengecualikan sektor pangan dan energi bergejolak turut merangkak naik ke level 3,4% secara tahunan, yang merupakan level tertingginya sejak Oktober 2023.

Realisasi data yang menunjukkan ketatnya tekanan harga ini langsung memicu kekhawatiran hebat di kalangan pelaku pasar terkait potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed guna meredam lonjakan biaya hidup masyarakat global.

Reaksi negatif langsung terlihat di market kripto sesaat setelah data tersebut rilis ke publik. Likuiditas yang mengetat memicu aksi jual masif, menyebabkan harga Bitcoin kehilangan momentum dan kembali crash hingga masuk ke area $59.000.

Baca juga : Blackrock Sarankan Investor Alokasikan 1-2% Portofolio untuk Beli Bitcoin