Perdagangan di pasar saham Korea Selatan sempat dihentikan sementara setelah indeks acuan KOSPI anjlok hampir 8%, memicu mekanisme penghentian perdaganganatau circuit breaker yang diterapkan oleh Korea ExchangeLangkah ini diambil untuk meredam kepanikan pasar dan memberi waktu bagi investor mencerna kondisi yang terjadi.
Penurunan tajam tersebut dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor, terutama Samsung Electronics dan SK Hynix, yang memiliki bobot sangat besar dalam indeks KOSPI.
Pelemahan kedua saham tersebut memperburuk tekanan terhadap pasar secara keseluruhan dan memicu penghentian sementara perdagangan program sebelum akhirnya circuit breaker diaktifkan.
Berdasarkan aturan Korea Exchange, circuit breaker diberlakukan ketika KOSPI turun sedikitnya 8% dari penutupan hari sebelumnya dan bertahan di level tersebut selama satu menit.
Saat kondisi tersebut terpenuhi, perdagangan seluruh saham di bursa utama dihentikan selama 20 menit guna mengurangi volatilitas yang berlebihan.
Gejolak di KOSPI berpotensi memengaruhi sentimen pasar global, termasuk aset berisiko seperti kripto.
Dalam kondisi ketidakpastian, investor umumnya mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sehingga tekanan jual dapat meluas ke berbagai kelas aset apabila sentimen risk-off terus berlanjut.
Baca juga : Nvidia Gandeng Naver Siapkan $1 Miliar Bangun Proyek AI di Korea Selatan