Otoritas Amerika Serikat resmi mengambil alih situs BG Wealth Sharing pada Rabusetelah penyelidik menghubungkan platform tersebut dengan dugaan penipuan investasi kripto massal.
Berdasarkan data on-chain dari detektif kripto ZachXBT, skema ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian pengguna hingga lebih dari $150 juta sejak beroperasi pada 2025.
Penyitaan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan antara 27 April hingga 3 Mei 2026, di mana dompet yang terhubung dengan operasi tersebut mencoba memindahkan aset senilai $92 juta.
Melalui tindakan terkoordinasi antara penegak hukum AS, Tether, Binance, dan OKX, dana sebesar $41 juta berhasil dibekukan sebelum sempat dilarikan.
Tanda-tanda kehancuran platform mulai terlihat jelas sejak April 2026 ketika Bank Sentral Samoa mengeluarkan peringatan keras.
Puncaknya, pada awal Mei, CEO Stephen Beard meminta pengguna membayar “pajak” sebesar 12% dari saldo dengan dalih persiapan IPO.
Pada Minggu, pengguna mulai melaporkan pemblokiran penarikan dana secara total, yang kemudian dikonfirmasi oleh otoritas Washington sebagai indikasi kuat skema advance fee scam.
Baca juga : Yudo Purbaya Prediksi Bitcoin Tembus $80.000 pada AprilâMei 2026