Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga, Tertinggi dalam 31 Tahun

Bank sentral Jepang resmi menaikkan suku bunga utama ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Pada perdagangan Selasawaktu setempat, BOJ mengerek suku bunga acuan dari 0,75% menjadi 1%, posisi tertinggi sejak tahun 1995.

Langkah pengetatan moneter ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga energi global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Kenaikan harga komoditas tersebut mendorong inflasi dan meningkatkan biaya hidup di berbagai negara, termasuk Jepang yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari Timur Tengah.

Ekonom menilai keputusan ini menandai berakhirnya era kebijakan moneter darurat di Jepang setelah dua dekade terjebak dalam lingkaran deflasi dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan.

Sejak Maret 2024, BOJ secara bertahap mulai menaikkan suku bunga untuk mengembalikan kebijakan finansial negara ke koridor yang normal.

Data terbaru menunjukkan harga grosir di Jepang melonjak lebih dari 6% pada Mei lalu, mencatatkan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir.

Selain untuk mendinginkan ekspektasi inflasi jangka menengah, keputusan menaikkan suku bunga ini juga ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar yen yang terus tertekan oleh mata uang utama lain seperti dolar AS dan euro.

Kendati telah dinaikkan ke level 1%, suku bunga Jepang tercatat masih menjadi yang terendah di antara negara-negara ekonomi besar dunia lainnya.

Baca juga : Bitcoin Anjlok ke US$60.000, Dipicu Outflow ETF dan Reaksi Berlebihan atas Penjualan Bitcoin Strategy