âTether, melalui rilis resminya, mengumumkan baru saja membeli 27 ton emas pada kuartal IV 2025 yang saat ini bernilai 4,4 miliar dolar AS.
Akumulasi masif ini secara otomatis menempatkan perusahaan dalam jajaran Top 30 pemilik emas global, melampaui cadangan milik negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia.
Investasi ini menegaskan posisi Tether tidak hanya sebagai penerbit stablecoin, tetapi juga sebagai salah satu pengelola aset komoditas terbesar di dunia.
âDominasi tersebut tercermin dari kinerja produk Tether Goldyang kini menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar stablecoin berbasis emas.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah lonjakan kapitalisasi pasar sektor tersebut yang meroket dari 1,3 miliar dolar AS menjadi lebih dari 4 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025, didorong oleh momentum harga emas yang menembus level 5.000 dolar AS per ons.
âTG Commodities selaku penerbit menjamin keamanan aset dengan mengonfirmasi bahwa setiap token XAUâ® didukung penuh secara 1:1 oleh emas fisik.
Seluruh cadangan logam mulia ini disimpan dalam fasilitas vault di Swiss dan dipastikan telah memenuhi standar London Bullion Market Association
âCEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa skala kepemilikan ini membawa tanggung jawab besar di tengah melemahnya kepercayaan terhadap sistem moneter konvensional.
Melalui teknologi tokenisasi, Tether berupaya menghilangkan ambiguitas pasar dengan menawarkan eksposur emas fisik yang likuid dan transparan, menjadikannya aset fundamental yang dapat diverifikasi langsung di jaringan blockchain.
Baca juga : Emas dan Perak Cetak ATH Baru, Tembus Level $5.000 dan $105