CertiK: Kasus Perampokan Kripto Naik 33% di Semester I 2026

Kasus kejahatan fisik yang menyasar para pemegang aset kripto di seluruh dunia mengalami peningkatan signifikan sepanjang semester pertama tahun ini.

Firma keamanan blockchain CertiK merilis data pada Rabuyang mencatat setidaknya ada 52 kasus perampokan dan penculikan dalam enam bulan pertama tahun 2026.

Angka tersebut melonjak 33% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan total kerugian dan tuntutan tebusan mencapai $124 juta.

Perancis menjadi negara dengan jumlah insiden tertinggi, yakni mencatatkan 33 kasus yang didominasi oleh aksi perampokan serta penerobosan rumah secara paksaPelaku kejahatan kini cenderung menggunakan intimidasi fisik dan kekerasan langsung untuk memaksa korban menyerahkan akses maupun mentransfer dana milik mereka secara instan.

Pihak CertiK menilai tren ini menandai adanya pergeseran model bisnis kejahatan kripto, di mana para pelaku menganggap kekerasan fisik jauh lebih menguntungkan dan praktis ketimbang metode peretasan digitalMaraknya kejahatan fisik ini diprediksi memicu kekhawatiran terkait keamanan penyimpanan aset mandiri, sekaligus mendorong lonjakan permintaan terhadap layanan custodial dan infrastruktur keamanan institusional ke depan.

Baca juga : APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Menkeu Purbaya Pastikan Tetap di Bawah 3%