Data terbaru makroekonomi Amerika Serikat yang dirilis menunjukkan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumentahunan untuk bulan Juni resmi melandai ke level 3,5%, yang merupakan angka di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,8%.
Sementara itu, inflasi intijuga berada di posisi 2,6%, lebih rendah dari estimasi para analis yang sebelumnya memproyeksikan angka di 2,8%.
Realisasi ini menandakan bahwa inflasi di AS mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan dibandingkan ekspektasi, meski masih berada di atas target yang ditetapkan oleh bank sentral.
Peluang bagi The Fed untuk menahan suku bungakini dilaporkan mulai meningkat demi menjaga stabilitas harga tanpa memberikan tekanan berlebih pada ekonomi.
Baca juga : Harga Minyak AS Diproyeksikan Tembus $85 per Barel Efek Ekskalasi Perang