Presiden AS Donald Trump melancarkan kritik pedas terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada Selasamenyusul rilis data inflasi terbaru.
Dalam pernyataannya yang eksplosif, Trump secara langsung menyebut Powell sebagai sosok yang tidak kompeten atau korup karena dinilai gagal memanfaatkan momentum data ekonomi untuk memangkas suku bunga.
Ia menegaskan bahwa Powell tidak menjalankan tugasnya dengan benar meskipun indikator inflasi saat ini sudah memberikan ruang yang cukup untuk pelonggaran kebijakan moneter.
Serangan verbal ini muncul setelah laporan Indeks Harga Konsumenbulan Desember tercatat di angka 2,7% atau sesuai ekspektasi pasar, dengan inflasi inti yang melandai ke 2,6%.
Mengklaim kredit atas data tersebut dengan komentar sarkastis “Terima kasih Tuan Tarif”, Trump menilai kondisi pertumbuhan dan inflasi yang solid seharusnya mewajibkan Powell untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga yang bermakna, bukan menundanya.
Ketegangan terbuka antara Gedung Putih dan The Fed ini kembali memicu kekhawatiran investor mengenai independensi bank sentral, mengingat Trump secara gamblang menyatakan ketidakpuasannya atas kinerja Powell.
Ironisnya, desakan agresif Trump ini bertolak belakang dengan sinyal market yang justru memprediksi The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari ini, karena tren inflasi bulanan yang dianggap masih datar.
Baca juga : Inflasi AS Bertahan di 2,7% pada Desember, Menutup Tahun 2025