Departemen Kehakiman AS Sukses Sita $3,8 Juta Aset Sindikat Penipuan Kripto Asia Tenggara

Pada awal Juni 2026, otoritas Amerika Serikat dan beberapa firma teknologi telah melancarkan operasi terkoordinasi melawan jaringan penipuan kripto, menyita dan membekukan lebih dari $3,8 juta aset, serta melakukan 63 penangkapan.

Operasi yang dipimpin oleh Departemen Kehakiman ASini dijuluki “Disruption Week”.

Coinbase menyumbang porsi terbesar dari dana yang diamankan dengan mengunci lebih dari $3 juta aset, serta menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun yang terkait dengan jaringan kriminal tersebut.

Operasi global ini melibatkan sembilan entitas swasta, termasuk Apple, Google, Meta, Microsoft, dan SpaceX.

Karena jaringan penipuan ini tidak hanya mengandalkan kripto, investigator turut memutus akses ribuan perangkat Starlink serta mematikan server dan infrastruktur hosting di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Penangkapan pertama dilakukan oleh otoritas Thailand, yang kemudian memicu keterlibatan agensi kepolisian dari Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris.

Langkah tegas ini diambil di tengah melonjaknya angka kerugian akibat penipuan investasi di market kripto yang menembus $7,2 miliar pada tahun 2025, naik 24% dari tahun sebelumnya.

Menurut laporan DOJ, sebagian besar aktivitas ilegal ini dilacak berasal dari kompleks sindikat di sekitar perbatasan Thailand, yang beroperasi melintasi Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Para operator di wilayah tersebut sering kali merekrut pekerja dengan tawaran palsu untuk menipu korban secara global.

Baca juga : Sinyal Jual? BlackRock Terpantau Kirim Lagi 5.227 BTC dan 20.000 ETH ke Coinbase