Iran Tegaskan Tak Pernah Ada Gencatan Senjata, Tuding Trump Lakukan Manipulasi Pasar

Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim perpanjangan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan menuding Presiden Donald Trump melakukan manipulasi pasar, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan PBS pada RabuPejabat senior Iran menyatakan bahwa AS terkesan putus asa ingin menghidupkan kembali perjanjian yang telah mati, sementara bagi Iran tidak ada tanggal mulainya gencatan senjata sehingga tidak ada hal yang perlu diperpanjang.

Pernyataan keras Iran ini mematahkan laporan media Turki dan Pakistan yang sebelumnya menyebut kedua negara telah sepakat memperpanjang masa penghentian tembak-menembak.

Pihak Iran menegaskan bahwa meski proses mediasi masih berjalan, AS dinilai tidak pernah memenuhi komitmen awal yang telah disepakati, sehingga pihak Iran sama sekali tidak tertarik melanjutkan negosiasi perpanjangan tersebut.

Bersamaan dengan tensi diplomatik yang memanas, Iran secara terbuka menuduh Donald Trump beserta orang dekatnya, Jared Kushner dan Steve Witkoff, melakukan manipulasi pasar finansial demi keuntungan pribadi.

Penasihat Senior IRGC Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengklaim pemerintahan AS sengaja mengatur waktu serangan militer setelah pasar tutup dan merilis pernyataan positif sebelum pasar dibuka agar lingkaran dalam mereka dapat melakukan insider trading.

Naqdi meminta Kongres AS menggelar investigasi menyeluruh guna membandingkan posisi keuangan Trump, keluarga, dan rekan bisnisnya sebelum dan sesudah konflik.

Tuduhan ini memperkuat klaim Iran sebelumnya mengenai potensi keuntungan $9 miliar dari manipulasi pasar oleh orang dekat Trump, sekaligus sejalan dengan kecurigaan sejumlah anggota parlemen dan analis AS terkait pola perdagangan saham yang mencurigakan di tengah momentum pengumuman perang.

Baca juga : AS Tembak Kapal di Teluk Oman, Iran Siap Tutup Permanen Selat Hormuz