Gelombang adopsi aset kripto di level korporasi menunjukkan tren penguatan yang signifikan sepanjang bulan lalu.
Berdasarkan laporan terbaru dari yang dirilis pada Selasa, perusahaan publik tercatat melakukan akumulasi kotor hingga lebih dari 47.000 BTC selama Maret 2026.
Angka ini mencerminkan tingginya minat institusi untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan strategis di tengah dinamika ekonomi global.
Meskipun angka akumulasi kotor menembus 47.000 BTC, pertumbuhan bersih di sektor ini tercatat berada di level 25.000 BTC.
Hal ini dikarenakan adanya aksi jual besar-besaran dari sembilan perusahaan publik lainnya yang melepas total sekitar 22.000 BTC.
MARA Holdings menjadi entitas dengan pengurangan posisi terbesar, yakni mencapai 15.133 BTC, disusul oleh Exodus Movement yang memangkas 1.084 BTC dari neraca keuangan mereka.
Dominasi akumulasi pada Maret 2026 didorong oleh Strategy milik Michael Saylor yang secara agresif menjadi satu entitas pengumpul utama dan menyumbang 94% dari total pembelian bulanan melalui pendanaan berbasis saham ATMPergeseran ini juga memicu perombakan pada papan peringkat pemegang Bitcoin publik; Twenty One Capitalkini naik ke posisi kedua terbesar, menggeser dominasi perusahaan penambangan tradisional.
Di sisi lain, American Bitcoin juga menunjukkan tajinya dengan menambah 961 BTC, yang menempatkan mereka di peringkat 16 dalam daftar pemegang treasury global.
Baca juga : Putus Rekor 13 Minggu, Strategy Absen Akumulasi Bitcoin Pekan Lalu