BitMine, pemegang treasury Ether korporasi terbesar di dunia, terus menambah cadangan asetnya dengan membeli 126.971 ETH dalam sepekan terakhir.
Langkah ini menggenapkan total kepemilikan mereka menjadi 5.543.872 ETH per 7 Juni, atau senilai $9 miliar.
Jumlah tersebut menguasai 4,59% dari total suplai Ether yang beredar, sejalan dengan target perusahaan untuk memegang 5% suplai ETH pada tahun 2026.
Berdasarkan rilis resmi pada Senin, Chairman BitMine Tom Lee menjelaskan bahwa langkah akumulasi ini tetap dilakukan karena koreksi harga market saat ini tidak mencerminkan fundamental Ethereum.
Ia menilai penurunan harga pasca-munculnya celah keamanan pada Zcash hanyalah reaksi sesaat.
Ke depannya, Lee meyakini perkembangan kecerdasan buatanjustru akan meningkatkan permintaan jangka panjang terhadap jaringan terdesentralisasi seperti Ethereum.
Sambil memegang aset untuk jangka panjang, BitMine mengoptimalkan treasury mereka dengan melakukan staking pada 4.718.677 ETH, atau setara 85% dari total portofolio. Strategi ini menghasilkan annualized yield sebesar 2,99%.
Melalui alokasi ini, perusahaan diproyeksikan mencatat pendapatan pasif dari staking sebesar $230 juta per tahun.
Di balik strategi akumulasi dan staking tersebut, data on-chain menunjukkan bahwa BitMine saat ini mencatat floating loss sebesar $9,818 miliar. Pembelian 126.971 ETH pekan lalu dieksekusi di harga rata-rata $1.788 per token.
Sementara itu, rata-rata biaya akuisisi keseluruhan portofolio BitMine berada di angka $3.446 per ETH, yang berarti posisi investasi mereka saat ini minus 51,4%.
Baca juga : Vietnam Kebut Regulasi Kripto: Uji Coba Bursa Lokal hingga Utang Jaminan Kripto