Survei di Rusia Ungkap 69% Warga Tak Melihat Manfaat Kripto Meski Dilegalkan

Sebanyak 69% warga Rusia mengaku tidak melihat kegunaan praktis aset kripto meskipun nantinya dilegalkan. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Rambler&Co dan dilaporkan oleh kantor berita TASS.

Hasil survei menunjukkan bahwa 52% responden mengaku sulit memahami bagaimana legalisasi kripto akan memengaruhi kehidupan mereka karena tidak pernah menggunakan aset digital tersebut.

Sementara itu, hanya 6% responden yang menyatakan telah mengenal industri kripto dan memiliki pengalaman menggunakannya.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 54% responden mengaku memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengetahuan mengenai cara kerja mata uang kripto.

Temuan ini menunjukkan tingkat literasi dan adopsi aset digital di kalangan masyarakat Rusia masih relatif rendah.

Meski pemerintah Rusia dalam beberapa tahun terakhir mulai menyusun kerangka regulasi untuk aset digital, hasil survei mengindikasikan bahwa legalisasi saja belum cukup untuk mendorong adopsi yang lebih luas.

Edukasi mengenai manfaat, risiko, dan penggunaan kripto dinilai masih menjadi tantangan utama.

Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara perkembangan regulasi dan pemahaman masyarakat masih cukup besar, sehingga pemanfaatan aset kripto di Rusia berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang.

Baca juga : Rasio Staking Ethereum Cetak Rekor ATH 34,4%