Pemerintah Vietnam resmi memasuki fase kritis dalam membangun ekosistem keuangan digital dengan memulai uji coba platform perdagangan aset kripto lokal berlisensi.
Berdasarkan rilis resmi per Minggu, langkah strategis ini menandai pergeseran fokus negara tersebut dari pasar ritel informal menuju struktur market yang teregulasi di bawah pengawasan pemerintah.
Dalam fase uji coba tersebut, seluruh aktivitas perdagangan, penerbitan, dan penyelesaian transaksi aset kripto wajib menggunakan mata uang lokal, yakni DongAturan ini dirancang untuk menarik volume transaksi kripto warga Vietnam yang diperkirakan mencapai $600 juta per hari agar masuk ke dalam sistem domestik.
Selain perdagangan aset kripto standar, pemerintah juga memfokuskan pengembangan pada tokenisasi aset dunia nyataseperti real estat, energi, dan infrastruktur.
Sejalan dengan persiapan infrastruktur bursa tersebut, Kementerian Keuangan Vietnam sebelumnya juga telah merilis usulan pada Kamisyang mengizinkan Usaha Kecil dan Menengahmenggunakan aset digital sebagai agunan pinjaman bank.
Rencana yang tertuang dalam draf revisi Undang-Undang Dukungan UKM ini bertujuan untuk membuka akses kredit formal bagi banyak startup dan perusahaan teknologi yang memiliki aset digital atau kekayaan intelektual namun kekurangan aset fisik.
Berbagai inisiatif ini semakin mempertegas ambisi Vietnam untuk menjadi salah satu pusat adopsi kripto paling teregulasi di Asia.
Wakil Menteri Keuangan Nguyen Duc Chi memproyeksikan bahwa aktivitas market kripto yang sepenuhnya diatur dan berlisensi ini dapat mulai beroperasi secara optimal paling cepat pada kuartal ketiga 2026.
Baca juga : Hong Kong Bentuk Kelompok Ahli Untuk Bahas Obligasi Tokenisasi