Grayscale Pantau Aset Baru di Q1 2026: Ada Monad, MegaETH, hingga Worldcoin

​Manajer aset kripto global, Grayscale Investments, memperbarui daftar “Assets Under Consideration” untuk kuartal pertama tahun 2026, menambahkan sejumlah proyek infrastruktur dan AI ke dalam radar investasi mereka.

Per 12 Januari, Grayscale secara resmi memasukkan blockchain seperti Monaddan MegaETH ke dalam kategori Smart Contract Platforms, bersama dengan proyek identitas digital berbasis biometrik, WorldcoinDaftar ini menjadi indikator awal bagi investor mengenai aset-aset yang berpotensi dikemas menjadi produk investasi terregulasi di masa depan.

​Selain ketiga nama tersebut, Grayscale juga memperluas cakupan pantauannya ke berbagai sektor yang sedang tren.

Di sektor Financials, protokol DeFi yang mendominasi market seperti Jupiter, Hyperliquid, dan Ethenakini masuk dalam tahap peninjauan. Sementara itu, kategori Consumer & Culture melihat masuknya memecoin Bonkserta ARIA Protocol.

Langkah ini menunjukkan strategi Grayscale untuk tidak hanya berfokus pada aset blue-chip, tetapi juga menangkap narasi yang sedang berkembang kuat di komunitas kripto.

​Meski demikian, Grayscale menegaskan bahwa masuknya aset ke dalam daftar pertimbangan ini bukanlah jaminan pasti bahwa produk investasi terkait akan diluncurkan.

Proses penciptaan produk investasi seperti ETF atau Trust memerlukan tinjauan kompleks terkait regulasi dan kustodian.

Saat ini, Grayscale tetap mempertahankan portofolio produk aktifnya yang mencakup aset-aset mapan seperti Solana, Sui, dan Bittensor, sembari terus mengevaluasi kelayakan teknis dan market dari aset-aset baru yang masuk dalam daftar pantauan.

Baca juga : Grayscale Daftarkan ETF Bittensor, Berpotensi Jadi ETP TAO Pertama di AS